Inventarisasi komputer di fakultas unjani
Saat ini persaingan pasar untuk beragam produk dan jasa semakin ketat tak hanya di tingkatan lokal
Pada saat ini dalam persaingan pasar untul bebagai macam produk dan jasa semagkin ketat sekali tidak hanya di tingkat local,tetapi juga dalam regional maupun global apalagi nanti disaat era AFTA dalam suatu generasi intrgrasi pasat.
Bagaimanapun bentuk perseroan dan organisasi kainya yang menyikapi agar dapat menikmati berbagai manfaat dan bukan menjadi korban kompetisi.
Ya , persaingan akan dengan segera akan memasuki satu babak yang baru yang tidak akan pernah terpikirkan sebelumnya. Bagaikan dengan deras nya air bah dalam suatu bendungan yang digelontorkan: Integrasi pasar itu sebahgai mainstream yang tidak mungkin dapat lagi dihindari atau dilawan dengan tarif barrier dan pagar proteksionisme lain. Oleh karena itu rule/ kunci terdadap persaingan bebas adalah Adaptibility: Sejauh mana kita sebagai produser dapat sanggup menyesuaikan diri dengan tuntutan para konsumen dan pasar yang sangat dinamis.
Jadi apa yang harus dilakukan? Identifikasi kebutuhan para konsumen yang berubah rubah secara revolusioner ini dan punya kesanggungapan antisipatif untuk memenuhinya.
Situasi telah sanagt berubah, apalagi dalam zaman pengetahuan ekonomi ini. Porsi kontribusiknowledge workers menjadi se mangkin berperan. Tuntutan pekerja, managemen dan stakeholder juga telah cepat bergesar. Perseroan yang bisa terus ada dan makin besar adalah perseroan yang dapat meningkatkan revenue per employee-nya. Employee menjadi non-depleteable human capital. Suatu asset intangible yang tidak habis-habisnya untuk ditambang. Dengan pendekatan itu kita bisa melihat quantum leap yang bergerak eksponensial, bukan lagi pergerakan linear.
Ya , persaingan akan dengan segera akan memasuki satu babak yang baru yang tidak akan pernah terpikirkan sebelumnya. Bagaikan dengan deras nya air bah dalam suatu bendungan yang digelontorkan: Integrasi pasar itu sebahgai mainstream yang tidak mungkin dapat lagi dihindari atau dilawan dengan tarif barrier dan pagar proteksionisme lain. Oleh karena itu rule/ kunci terdadap persaingan bebas adalah Adaptibility: Sejauh mana kita sebagai produser dapat sanggup menyesuaikan diri dengan tuntutan para konsumen dan pasar yang sangat dinamis.
Jadi apa yang harus dilakukan? Identifikasi kebutuhan para konsumen yang berubah rubah secara revolusioner ini dan punya kesanggungapan antisipatif untuk memenuhinya.
Situasi telah sanagt berubah, apalagi dalam zaman pengetahuan ekonomi ini. Porsi kontribusiknowledge workers menjadi se mangkin berperan. Tuntutan pekerja, managemen dan stakeholder juga telah cepat bergesar. Perseroan yang bisa terus ada dan makin besar adalah perseroan yang dapat meningkatkan revenue per employee-nya. Employee menjadi non-depleteable human capital. Suatu asset intangible yang tidak habis-habisnya untuk ditambang. Dengan pendekatan itu kita bisa melihat quantum leap yang bergerak eksponensial, bukan lagi pergerakan linear.
Bagaimanakah implementasinya?
Hal yang terbaik untuk dilakukan perseroan adalah dengan menjelaskan dengan sederhana apa yang sebenarnya ingin mereka kerjakan kepada berbagai lapisan hirarkis pekerja itu . Jadi unsur dan perangkat cascade down amat sangat berperan penting disini. Lalu menghubungkan peran setiap orang terhadap senjata tempur andalannya yang dipilih perseroan (strategi). Dari sini akan timbul engagement. Kalau engagement telah terbentuk, maka perseroan tinggal menyediakan alat dan bahan (faktor-faktor enabler) dan selajutnya ia akan bergerak sendiri. Ia akan dapat momentum. Kita tinggal memasang alat monitor performance, untuk koreksi kalau kalau ada offside.
Bagaimana kita bisa memastikan bahwa daya saing perseroan tetap punya ‘taring’ dalam memenangkan perlombaan tersebut? Nah jadi disinilah kita kan faktor eksternal untuk proses bench mark dan alignment. Agar tidak puas diri alias tahu diri. Kalau import lebih hebat dan digandrungi, itu berarti sebagai produser mereka bisa produksi dengan lebih efisien, atau punya product feature yang hebat, sehingga konsumen tidak masalah membayar premium. Maklum saja ada komponen psikologis dengan porsi yang makin meningkat dalam perilaku pembelian, ketika GDP per kapita makin meningkat.
Bagaimana kita memastikan tidak tenggelam dalam deru gelombang pasar bebas ini?Pada front mana saja investasi mesti kita galakan? Jadu tentu saja investasi selalu diperlukan. Investasi menunjukkan kita sanggup melihat harapan di masa depan. Ibarat petani, kita menyemai benih dengan investasi, lalu berkeringat, mengerjakan pekerjaan sepajang musim, maka nanti pasti akan memanen. Tergantung pada dari strategi perseroan. Investasi pada dasarnya untuk menaikan leverage keunggulan senjata tempur andalan perseroan dalam berlaga. Kalau strateginya adalah pendekatan harga yang kompetitif, maka investasi diarahkan pada apsek perbaikan operational excellence; apakah itu perbaikan sistem dan teknik, introduksi teknologi atau pun pengembangan kemampuan profesional pekerja agar menguasai alat dan bahan untuk mencapai keunggulan operational excellence tersebut. Bisa juga investasi pada capex — capital expanditure, jika ingin punya unit cost yang lebih rendah dengan bantuan economy of scale atau economy of scope.
Hanya dengan kejelian seperti itu, kita akan punya kemampuan antisipasi strategis dan akan sanggup menikmati gelombang pasang pasar bebas.
Hal yang terbaik untuk dilakukan perseroan adalah dengan menjelaskan dengan sederhana apa yang sebenarnya ingin mereka kerjakan kepada berbagai lapisan hirarkis pekerja itu . Jadi unsur dan perangkat cascade down amat sangat berperan penting disini. Lalu menghubungkan peran setiap orang terhadap senjata tempur andalannya yang dipilih perseroan (strategi). Dari sini akan timbul engagement. Kalau engagement telah terbentuk, maka perseroan tinggal menyediakan alat dan bahan (faktor-faktor enabler) dan selajutnya ia akan bergerak sendiri. Ia akan dapat momentum. Kita tinggal memasang alat monitor performance, untuk koreksi kalau kalau ada offside.
Bagaimana kita bisa memastikan bahwa daya saing perseroan tetap punya ‘taring’ dalam memenangkan perlombaan tersebut? Nah jadi disinilah kita kan faktor eksternal untuk proses bench mark dan alignment. Agar tidak puas diri alias tahu diri. Kalau import lebih hebat dan digandrungi, itu berarti sebagai produser mereka bisa produksi dengan lebih efisien, atau punya product feature yang hebat, sehingga konsumen tidak masalah membayar premium. Maklum saja ada komponen psikologis dengan porsi yang makin meningkat dalam perilaku pembelian, ketika GDP per kapita makin meningkat.
Bagaimana kita memastikan tidak tenggelam dalam deru gelombang pasar bebas ini?Pada front mana saja investasi mesti kita galakan? Jadu tentu saja investasi selalu diperlukan. Investasi menunjukkan kita sanggup melihat harapan di masa depan. Ibarat petani, kita menyemai benih dengan investasi, lalu berkeringat, mengerjakan pekerjaan sepajang musim, maka nanti pasti akan memanen. Tergantung pada dari strategi perseroan. Investasi pada dasarnya untuk menaikan leverage keunggulan senjata tempur andalan perseroan dalam berlaga. Kalau strateginya adalah pendekatan harga yang kompetitif, maka investasi diarahkan pada apsek perbaikan operational excellence; apakah itu perbaikan sistem dan teknik, introduksi teknologi atau pun pengembangan kemampuan profesional pekerja agar menguasai alat dan bahan untuk mencapai keunggulan operational excellence tersebut. Bisa juga investasi pada capex — capital expanditure, jika ingin punya unit cost yang lebih rendah dengan bantuan economy of scale atau economy of scope.
Hanya dengan kejelian seperti itu, kita akan punya kemampuan antisipasi strategis dan akan sanggup menikmati gelombang pasang pasar bebas.
By guskompindo

No comments:
Post a Comment